29 September 2009

ikhlas 1 dirham diganti 120.000 dirham


Dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, seorang pria pernah bercerita padaku : 
Ada laki-laki yang berjualan benang tenun, ia menjual benang tenun itu satu dirham untuk membeli kebutuhan makan keluargannya. Ketika pulang dari pasar, ia melewati dua orang laki-laki yang sedang bertengkar karena memperebutkan uang satu dirham. Maka, agar tidak bertengkar ia berikan uang satu dirham kepada keduanya, sehingga iapun tak memiliki sesuatu lagi.
Sesampai di rumah ia mengabarkan pada istrinya apa yang baru saja terjadi. Sang isteri pun lalu mengumpulkan perkakas rumah tangga untuk digadaikan demi memenuhi kebutuhan hidupnya hari itu, tetapi barang-barang tersebut tidak laku.
Tiba-tiba ia berpapasan dengan pria yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu berkata,”Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?” Ia pun mengiyakan.
Lalu ikan itu dibawanya pulang untuk dimasak istrinya karena mereka hampir tak berdaya lagi karena lapar. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Namun tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.
Wanita itu pun berkata gembira, “Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu.” Suaminya berkata,”Perlihatkanlah kepadaku !” Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah di lihat sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. 
“Berapa nilai mutiara ini?” Tanyanya dalam hati. Kemudian iapun menjualnya kepada pedagang mutiara yang ada di kotanya. 
Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Kawannya memperhatikan barang itu begitu lama, kemudian berkata,”Aku hargai barang itu 120.000 dirham. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani membeli di atas harga itu. Ia pun setuju menjualnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.
Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata,” Saya punya kisah, karena itu masuklah kisanak. Saya akan menceritakannya kepadamu.” Orang itu pun masuk. Setelah bercerita tentang kisahnya ia lalu berkata. “Ambillah sebagian dari hartaku ini”. Maka orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan dibawanya. 
Setelah agak menjauh, orang fakir itu berkata,”Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir. Tetapi Alloh Ta’ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath. Dan yang diberikanNya kepadamu baru-baru ini adalah hanya satu qirath daripada-Nya, dan Dia masih menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.” Wallohua’lam.... [NH edisi 68]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

monggo diparingi saran & kritik nggih.....